Monday, December 3, 2012

Brisbane, November 2012



EXAM

Semester ini ngerasaiiiiiin banget yang namanya kuliah. Belajar tiap hari, tugas ga ada habisnya, review tutorial tiap weekend, paper, project, aaah.... capek. Saat-saat yang begini bikin kangen sama masa-masa kuliah di Depok. Satu angkatan yang jumlahnya hanya ber-5, membuat mudah menemukan temen sependeritaan, teman untuk berkeluh kesah, teman untuk diajak menyerah (walaupun akhirnya selalu sadar bahwa menyerah bukan pilihan). 
frozen food seperti lasagna, spaghetti, macaroni cheese, junk food seperti KFC dan pizza adalah pilihan instant. Kopi dan energy drink menjadi jamu kuat. Kenapa kangen Depok? Karena selama gue kuliah di Depok ga pernah bergadang sampe hari berturut-turut. Manajemen waktu yang gue aplikasiin selalu pas. Oh engineers, sekarang gue tau kenapa gaji kalian besar. 


 GOLD COAST

Seorang teman ngajak jalan ke Gold Coast, right after Structural Engineering 1 final exam. Jawaban gue waktu itu adalah gue ga bisa, gue mau nangis aja di rumah habis exam... Agak berlebihan, tapi itu faktanyaaa. Gue ga ngerti sama mata kuliah satu ini. Sampai akhirnya pagi sebelum exam gue memutuskan untuk ikut karena teman serumah gue ikut dan gue ga mau sendirian di rumah. 

Trip kali ini beranggotakan Aldila, Arty, Luisa, Ade, Vincent dan Marco. Kami naik kereta turun di Stasiun Nerang. Naik bis menuju penginapan yang ternyata jauuuuh dari peradaban. Gue ga ikutan sih dalam perencanaan trip ini, terima jadi karena ternyata gue juga mendadak. Sampai di penginapan, kita naruh barang dan cabut ke Surfers Paradise. Gue berasa di Kuta. Pertokoan sepanjang jalan, pantai dan bule. Sampai sini ga bisa main pantai karena udah gelap. Sayang banget sih, tapi pantainya juga kayaknya ga sebagus Bali, ga sebagus pantai di Indonesia, gue ga tertarik untuk menikmati pemandangannya. Setelah makan dan muter-muter daerah yang isinya mayoritas klub malam, kami kembali ke penginapan.

Awalnya sampai penginapan mau main kartu, Vegemite sudah dibeli untuk sebagai hukuman. Buat yang belum tau, Vegemite itu ragi yang diolah sebagai selai roti. Mereka orang Australia suka. Gue? Enggak. Sebenarnya ternyata rasanya lumayan. Setelah di spread ke roti, rotinya di toast. Tapi kalo dimakan gitu aja..... i won’t put it on my fave list. 

Karena capek berjalan, setibanya di penginapan semuanya KO. Bersih-bersih badan aja udah males. Akhirnya kita semua tidur pulassss sampe pagi. Kamar mandi di kamar ini cuma 1, jadi kita harus gantian make nya. Ada sekitar 3 jam kamar mandi ini digilir. Yang awalnya mau berangkat pagi-pagi, akhirnya baru berangkat sekitar jam 10an. Kami semua ke Surfers Paradise lagi untuk mencari sarapan. Karena udah siang, lapar dan semuanya mau makan apa aja yang penting murah, akhirnya kami makan KFC sebagai sarapan. Ya, jauh-jauh ke GC yang dimakan KFC lagi...

Setelah sarapan, kami semua cabut ke Harbour Town. Harbour Town itu surganya para shoppers, tempat belanja murah. Barang-barang yang fail atau sudah out of season dijual disini dengan harga yang jauh lebih murah. Kami punya waktu 5 jam untuk berbelanja disini :D

Disini gue baru kasih kabar ke teman-teman Saman Brisbane karena ga bisa menghadiri BBQ yang udah direncanain dari seminggu sebelumnya. Jujur, gue lupa ada acara BBQ ini saat memutuskan gue ikut anak-anak ke GC dan gue ga tau bakalan ada voting bla bla bla. Ternyata acara ini dibuat karena mau diadakan ketua baru Saman Brisbane, jadi ga enak sih sebenernya. Gue salah satu yang diharapin teman-teman, tapi ini gue rasa gue dipilih bukan karena gue mampu. Tapi karena temen gue, AV, yang lebih berkompeten untuk menjadi ketua selanjutnya tentunya, ga bisa dikarenakan udah mau lulus. Gue bisa berasumsi begini karena mereka sendiri yang diskusi begini di grup di whatsapp waktu itu. Anyway anyhow, intinya siapa sih yang mau jadi ketua setelah dia tau bahwa dia dipilih bukan karena mampu tapi karena pilihan terakhir. 

Gue pikir kebetulan gue ga dateng ini bisa lho bikin mereka tau kalo secara ga langsung gue ga berminat, buktinya saman ga jadi prioritas gue diatas jalan-jalan. Tapi ternyata..... oh congrats to myself, i got a job that i may not interested in. Setelah rata-rata kehabisan tenaga karena tempat ini besar banget dan kehabisan duit tentunya, kami memutuskan untuk pulang. 

Sebelum benar-benar kembali ke rumah, gue sama Marco langsung menuju rumah Marvin di St. Lucia karena ada acara BBQ after exam. Agak ngerasa bersalah ga ikutan potluck, tapi bener-bener ga tau mau bawa apaan. Disini semua anak Indonesia dan Singapura (teman dari Damien, Marvin’s housemate) diundang. Dari anak ekonomi, psikologi dan teknik tentunya terlihat. Dari tahun ke tahun ga tau kenapa anak fasilkom keliatan jarang ngumpul. 

Hari ini Putri datang :D. Dia ini arsitek 2009 yang melanjutkan studi di Perth. Beruntung dia sudah lulus jadi bisa jalan-jalan. Oh, dia ke Brisbane juga karena mau nontong konser-nya Coldplay. 

Setelah bercengkrama panjang lebar, kami para East Brisbaners memutuskan untuk pulang naik taksi. Awalnya gue ngajakin mereka nonton horror di rumah, tapi setelah gini gono akhirnya kami teralihkan oleh mainan baru milik Daning, Kinect....... Sampai jam 2 pagi kita mainan beginian, alhasil badan remuk seremuk remuknya~ 

Beruntung kami ga ke GC hari Sabtu-Minggu, karena berita memberi informasi bahwa Schoolies Party went so.. outrageous.


JALAN-JALAN BERSAMA DWIEANITA AYUNINGTYAS VS PACKING

Jadi ceritanya Putri dateng ke Brisbane dan menginap di kamarkuuu :3. Si jompo satu ini emang harus di kurang-kurangin yang negative-negativenya biar jam 9 belum tidur! Anak arsitek kok ga tahan banting :p. Anyway Anyhow, selama Putri di Brisbane, sebuah kewajiban buat gue untuk mengajak Putri keliling-keliling Brisbane.

Hari itu, kami ke Valley. Awal rencana Cuma gue sama Arty yang mau kesini buat cek toko DocMart. Ternyata banyak pengikutnya karena pada mau makan roasted duck. Alhasil hari ini ada gue, Putri, Marco, Aldila, Arty, Ivan dan Marvin Julian. Setelah makan, berangkatlah kami ke toko DocMart yang ternyata tutup di hari Minggu T_T. Untuk mengobati rasa sakit karena toko itu tutup, Marco ngajak ke James st.. Tempat ini lumayan banget. Ada tempat makan dan butik yang not-too-low-class. Berlabuh di sebuah toko sepatu karena hujan, well i believe there is no such a coinsidence, tapi kebetulan tokonya lagi ngadain sale~. NAH, si setan Putri jalan-jalan ngehampirin gue, Dila dan Arty buat kasih tau ini sepatunya bagus, ini sale lho dan dan dan....gue sama Arty termakan omongan si Setan. 

Hari berikutnya makan siang di West End. Gue, Marco dan Putri janjian sama genk yang kemarin di sebuah Vietnam Restaurant. Pas pulang naik bis, si Putri tiba-tiba mencet bel stop karena liat toko yang jual baju $7. Awalnya gue mau langsung balik aja, tapi Putri bilang, “7 dollar deeees!”, akhirnya pantat gue menolak untuk duduk lebih lama. Nah kan bener, gue beli 2 dresses yang ternyata salah satunya bahkan ga bisa di retsleting alias kekecilan. Antara seneng sama sedih. Senang karena akhirnya ada lho baju ukuran 6 yang ga muat lagi di gue dan gue sedih karena $7 melayang begitu saja~

Hasil dari 2 hari berbelanja bersama Putri, packing untuk pulang terasa begitu melelahkan. Karena gue naik Qantas, jadi cuma 23 kg bagage allowed. Makanya gue pake koper kecil aja. Capek banget ternyata packing pakai koper kecil. Rasanya kayak jogging 2 km. Keluarin barangnya, lipat, dan masukin lagi ke koper. Hal ini dilakukan berkali-kali selama 3 jam. I blame Putri for thissss! 


HELLO, EX (WITH BENEFITS)

Not much to say...
 
Bego ga kalo udah mantan masih mau diajakin makan siang main sana-sini bantuin ini-itu termasuk lab. LAB lho. Dang, I'm so nice to him aa~

oh anyway, we're all know kapan waktunya kita bermain kan :3

but I do really glad to meeting you again. Semangat basketnya, atlet. Semangat skripsinya, mahasiswa. Semangat lab-nya, laboran =)

0 comments:

Post a Comment