EXAM
Semester ini
ngerasaiiiiiin banget yang namanya kuliah. Belajar tiap hari, tugas ga ada
habisnya, review tutorial tiap weekend, paper, project, aaah.... capek.
Saat-saat yang begini bikin kangen sama masa-masa kuliah di Depok. Satu
angkatan yang jumlahnya hanya ber-5, membuat mudah menemukan temen
sependeritaan, teman untuk berkeluh kesah, teman untuk diajak menyerah
(walaupun akhirnya selalu sadar bahwa menyerah bukan pilihan).
frozen food seperti lasagna, spaghetti, macaroni cheese, junk food seperti KFC dan pizza
adalah pilihan instant. Kopi dan energy drink menjadi jamu kuat. Kenapa kangen
Depok? Karena selama gue kuliah di Depok ga pernah bergadang sampe hari
berturut-turut. Manajemen waktu yang gue aplikasiin selalu pas. Oh engineers,
sekarang gue tau kenapa gaji kalian besar.
GOLD COAST
Seorang teman
ngajak jalan ke Gold Coast, right after Structural Engineering 1 final exam.
Jawaban gue waktu itu adalah gue ga bisa, gue mau nangis aja di rumah habis
exam... Agak berlebihan, tapi itu faktanyaaa. Gue ga ngerti sama mata kuliah
satu ini. Sampai akhirnya pagi sebelum exam gue memutuskan untuk ikut karena
teman serumah gue ikut dan gue ga mau sendirian di rumah.
Trip kali ini
beranggotakan Aldila, Arty, Luisa, Ade, Vincent dan Marco. Kami naik kereta
turun di Stasiun Nerang. Naik bis menuju penginapan yang ternyata jauuuuh dari
peradaban. Gue ga ikutan sih dalam perencanaan trip ini, terima jadi karena
ternyata gue juga mendadak. Sampai di penginapan, kita naruh barang dan cabut
ke Surfers Paradise. Gue berasa di Kuta. Pertokoan sepanjang jalan, pantai dan
bule. Sampai sini ga bisa main pantai karena udah gelap. Sayang banget sih,
tapi pantainya juga kayaknya ga sebagus Bali, ga sebagus pantai di Indonesia,
gue ga tertarik untuk menikmati pemandangannya. Setelah makan dan muter-muter
daerah yang isinya mayoritas klub malam, kami kembali ke penginapan.
Awalnya sampai
penginapan mau main kartu, Vegemite sudah dibeli untuk sebagai hukuman. Buat
yang belum tau, Vegemite itu ragi yang diolah sebagai selai roti. Mereka orang
Australia suka. Gue? Enggak. Sebenarnya ternyata rasanya lumayan. Setelah di
spread ke roti, rotinya di toast. Tapi kalo dimakan gitu aja..... i won’t put
it on my fave list.
Karena capek
berjalan, setibanya di penginapan semuanya KO. Bersih-bersih badan aja udah
males. Akhirnya kita semua tidur pulassss sampe pagi. Kamar mandi di kamar ini
cuma 1, jadi kita harus gantian make nya. Ada sekitar 3 jam kamar mandi ini
digilir. Yang awalnya mau berangkat pagi-pagi, akhirnya baru berangkat sekitar
jam 10an. Kami semua ke Surfers Paradise lagi untuk mencari sarapan. Karena
udah siang, lapar dan semuanya mau makan apa aja yang penting murah, akhirnya
kami makan KFC sebagai sarapan. Ya, jauh-jauh ke GC yang dimakan KFC lagi...
Setelah sarapan,
kami semua cabut ke Harbour Town. Harbour Town itu surganya para shoppers,
tempat belanja murah. Barang-barang yang fail atau sudah out of season dijual
disini dengan harga yang jauh lebih murah. Kami punya waktu 5 jam untuk
berbelanja disini :D
Disini gue baru
kasih kabar ke teman-teman Saman Brisbane karena ga bisa menghadiri BBQ yang
udah direncanain dari seminggu sebelumnya. Jujur, gue lupa ada acara BBQ ini
saat memutuskan gue ikut anak-anak ke GC dan gue ga tau bakalan ada voting bla
bla bla. Ternyata acara ini dibuat karena mau diadakan ketua baru Saman Brisbane,
jadi ga enak sih sebenernya. Gue salah satu yang diharapin teman-teman, tapi
ini gue rasa gue dipilih bukan karena gue mampu. Tapi karena temen gue, AV,
yang lebih berkompeten untuk menjadi ketua selanjutnya tentunya, ga bisa
dikarenakan udah mau lulus. Gue bisa berasumsi begini karena mereka sendiri
yang diskusi begini di grup di whatsapp waktu itu. Anyway anyhow, intinya siapa
sih yang mau jadi ketua setelah dia tau bahwa dia dipilih bukan karena mampu
tapi karena pilihan terakhir.
Gue pikir kebetulan
gue ga dateng ini bisa lho bikin mereka tau kalo secara ga langsung gue ga berminat, buktinya
saman ga jadi prioritas gue diatas jalan-jalan. Tapi ternyata..... oh congrats
to myself, i got a job that i may not interested in. Setelah rata-rata kehabisan tenaga
karena tempat ini besar banget dan kehabisan duit tentunya, kami memutuskan
untuk pulang.
Sebelum
benar-benar kembali ke rumah, gue sama Marco langsung menuju rumah Marvin di
St. Lucia karena ada acara BBQ after exam. Agak ngerasa bersalah ga ikutan
potluck, tapi bener-bener ga tau mau bawa apaan. Disini semua anak Indonesia
dan Singapura (teman dari Damien, Marvin’s housemate) diundang. Dari anak
ekonomi, psikologi dan teknik tentunya terlihat. Dari tahun ke tahun ga tau
kenapa anak fasilkom keliatan jarang ngumpul.
Hari ini Putri
datang :D. Dia ini arsitek 2009 yang melanjutkan studi di Perth. Beruntung dia
sudah lulus jadi bisa jalan-jalan. Oh, dia ke Brisbane juga karena mau nontong
konser-nya Coldplay.
Setelah
bercengkrama panjang lebar, kami para East Brisbaners memutuskan untuk pulang
naik taksi. Awalnya gue ngajakin mereka nonton horror di rumah, tapi setelah
gini gono akhirnya kami teralihkan oleh mainan baru milik Daning, Kinect.......
Sampai jam 2 pagi kita mainan beginian, alhasil badan remuk seremuk remuknya~
Beruntung kami ga ke GC hari Sabtu-Minggu, karena berita memberi informasi bahwa Schoolies Party went so.. outrageous.
JALAN-JALAN
BERSAMA DWIEANITA AYUNINGTYAS VS PACKING
Jadi ceritanya
Putri dateng ke Brisbane dan menginap di kamarkuuu :3. Si jompo satu ini emang
harus di kurang-kurangin yang negative-negativenya biar jam 9 belum tidur! Anak
arsitek kok ga tahan banting :p. Anyway Anyhow, selama Putri di Brisbane,
sebuah kewajiban buat gue untuk mengajak Putri keliling-keliling Brisbane.
Hari itu, kami ke
Valley. Awal rencana Cuma gue sama Arty yang mau kesini buat cek toko DocMart.
Ternyata banyak pengikutnya karena pada mau makan roasted duck. Alhasil hari
ini ada gue, Putri, Marco, Aldila, Arty, Ivan dan Marvin Julian. Setelah makan,
berangkatlah kami ke toko DocMart yang ternyata tutup di hari Minggu T_T. Untuk
mengobati rasa sakit karena toko itu tutup, Marco ngajak ke James st.. Tempat
ini lumayan banget. Ada tempat makan dan butik yang not-too-low-class. Berlabuh
di sebuah toko sepatu karena hujan, well i believe there is no such a
coinsidence, tapi kebetulan tokonya lagi ngadain sale~. NAH, si setan Putri
jalan-jalan ngehampirin gue, Dila dan Arty buat kasih tau ini sepatunya bagus,
ini sale lho dan dan dan....gue sama Arty termakan omongan si Setan.
Hari berikutnya
makan siang di West End. Gue, Marco dan Putri janjian sama genk yang kemarin di
sebuah Vietnam Restaurant. Pas pulang naik bis, si Putri tiba-tiba mencet bel
stop karena liat toko yang jual baju $7. Awalnya gue mau langsung balik aja,
tapi Putri bilang, “7 dollar deeees!”, akhirnya pantat gue menolak untuk duduk
lebih lama. Nah kan bener, gue beli 2 dresses yang ternyata salah satunya bahkan ga
bisa di retsleting alias kekecilan. Antara seneng sama sedih. Senang karena akhirnya
ada lho baju ukuran 6 yang ga muat lagi di gue dan gue sedih karena $7 melayang
begitu saja~
Hasil dari 2 hari
berbelanja bersama Putri, packing untuk pulang terasa begitu melelahkan. Karena
gue naik Qantas, jadi cuma 23 kg bagage allowed. Makanya gue pake koper kecil aja.
Capek banget ternyata packing pakai koper kecil. Rasanya kayak jogging 2 km.
Keluarin barangnya, lipat, dan masukin lagi ke koper. Hal ini dilakukan
berkali-kali selama 3 jam. I blame Putri for thissss!
HELLO, EX (WITH
BENEFITS)
Not much to say...
oh anyway, we're all know kapan waktunya kita bermain kan :3
but I do really glad to meeting you again. Semangat basketnya, atlet. Semangat skripsinya, mahasiswa. Semangat lab-nya, laboran =)

0 comments:
Post a Comment