May, 2011
Jadi perjalanan kali ini adalah tentang divisi Caving KAPA FTUI ke Tajur, Bogor tanggal 29 April 2011. Pelepasan dibarengin sama temen-temen GH yang waktu itu juga berangkat melakukan pra ops 2 ke Gunung Salak. Seperginya geng GH, geng Caving memutuskan menunggu seorang teman yang masih mengikuti TC. Estimasi awalkan paling lama nungguin setengah jam, ternyata oh ternyata sampe satu setengah jam lebih karena ada sedikit cek-cok. bukan TC kalo ga ada cek-cok kayaknya -__-
Setelah 2 jam dari skenario yang ada akhirnya pun geng Caving berangkat. Sambil menyelam minum air, sambil berangkat nyari beras. Sesampainya di base camp dimana itu adalah hunian pak Elman, ternyata oh ternyata tempat ini ga sepi, denger-denger sih tiap minggu ga pernah sepi. Ada rombongan dari Sahid dan menyusul dari Astadeca. Kenalan sama teman-teman sehobi lalu mencari lapak untuk beristirahat. Sambil evaluasi sambil nguping, ternyata Goa Asem yang rencana mau di eksplor esok hari juga akan di eksplor oleh teman-teman dari Sahid pagi-pagi ini. Akhirnya bersama memutuskan besok kita nge-horizontal dulu. Karena keadaan udah ga kondusif, perencanaan di pending sampai pagi-pagi. Ada beberapa perencanaan sih yang udah beberapa sama-sama diketahui, kayak bangun jam 7 dan pj bangunnya itu, gue. hemm..
Exploration day 1, 30 April 2011
Bangun, gue udah yang paling ready deh, jam 7 pada bangun dan kita semua makan. Materi hari ini adalah mapping di Goa Cikaray. Goa ini adalah goa yang sama yang digunakan untuk materi mapping. Untuk Goa Cikaray, kita harus ngurus perizinan lagi sama seorang bapak (bapak siapa namanya lupa), tapi karena rumah bapaknya jauh ya kita bisa ngurus lewat anaknya bapaknya. Ga muluk-muluk pake surat atau apa, cukup kasih tau kita kira-kira berapa lama mau di dalem ada berapa orang dan uang perizinan. Mulut goa ini udah semacem dipagerin dan dikunciin, makanya ga sembarang orang boleh masuk apalagi tanpa izin. Berdoa masing-masing kami memulai per-mappingan. Diambil jarak 2 meter dari statsiun ke stasiun berikutnya. Di setiap statsiun diambil data lebar goa, derajat elevasi, dan tinggi goa. Sebenanrnya habis pengambilan data ada juga yang nggambar, dikarenakan perlengkapan mapping yang tidak memadai, akhirnya hari ini cukup pengambilan data saja. Sekitar 2 jam dihabiskan untuk pengambilan data, sekitar 7 stasiun yang terambil datanya, termasuk mulut goa. 3 jam berikutnya adalah jadwal penelusuran. Sekitar 1 jam penelusuran tiba-tiba gue ngerasa denger alarm gue bunyi, tapi ga yakin, tapi tetep mutusin keluar dari goa. Eh yang benar saja masih ada 2 jam lagi untuk waktu eksplorasi. Kuping super salah 2011, gue nyesel ga ngecek hape dulu.

Akhirnya beberapa memutuskan untuk menunggu di luar dan beberapa lagi melanjutkan eksplorasi. Beberapa yang kembali mengeksplor adalah gue, Imam, Victor dan Asu. Sedangkan Gerry, Ipenk, Acil dan Pindo mencari tempat berteduh terdekat karena waktu kami terbagi menjadi 2 kelompok hujan mulai turun, dan sepertinya akan deras. Sekitar pukul 13.25 WIB, kami yang masuk lagi untuk melanjutkan eksplorasi memutuskan untuk mengeksplor daerah kanan goa (karena sebeumnya kami mengeksplor sisi kiri goa). Mendapati adanya sungai kecil, kami memutuskan untuk mencari sumber air tersebut. Selama perjalanan dalam goa kami sesekali mengambil gambar dan terpukau oleh adanya air terjun kecil di dalam goa ini.
Ada satu saat dimana kami mencoba untuk mengeksplor lubang jarum yang mengharuskan kami merangkak di sepanjang lorong itu. Urutannya ada Victor, Asu, gue dan Imam. Tiba-tiba Victor bilang ini ga bisa kayaknya, tambah kecil, ga muat. Akhirnya kami susah payah berbalik badan untuk keluar dari lorong kecil itu, tiba-tiba lagi Victor mengeluh bau yang sangat amat dilanjutkan pengakuan Asu setelah buang angin, hemm, tepat di depan muka Victor.
Melanjutkan perjalanan hingga kami menemukan sumber air itu dan kami sadari air ini makin lama makin deras. Setelah mengambil beberapa gambar di ujung sisi goa itu, kami memutuskan untuk kembali ke mulut goa. Ternyata benar, air ini semakin lama semakin deras. air terjun kecil pun bertambah banyak dibandingkan saat kami masuk. Oh iya, pantas saja, diluar kan hujan, air tanah merembes ke dalam. Beberapa kali kami harus berjalan melawan aliran sungai yang cukup deras, sekujur badan basah karena air tanah yang merembes ke dalam goa. Udah berasa artis film Sanctum~
Sampai di mulut goa, kami mencari kelompok satu lagi yang udah keluar duluan. Sekitar setengah jam kami bercerita, tertawa dan mengganjal perut dengan snack kering yang disediakan. Sekitar pulu 15.00 WIB kami sampai di rumah Pak Elman, mulai masak, membersihkan diri, makan dan dilanjutkan evaluasi.
Exploration day 2, 1 Mei 2011
Karena ditukarnya rencana hari kedua menjadi di hari pertama, hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang! materi hari ini adalah aplikasi SRT. Bangun pagi-pagi sekali, sekitar pukul 8.40 WIB, agak terlambat dari perencanaan karena persiapan yang kurang. Kami berjalan ke arah Goa Asem dianterin Pak Elman. Diceritain sama Pak Elman tadi pagi ada anak Sahid yang tangannya robek karena tergelincir, dia megang pagar bambu pas mau jatuh, jadi disuruh hati-hati. Emang iya sih, jalanan sangat licin jadi harus super hati-hati. Sekitar 30 menit dari rumah pak Elman menuju Goa Asem. Sesampainya diluar dugaan rombongan Astadeca masih belum selesai penelusuran. Kami langsung bergerak mencari lapak untuk masak.
Sekitar pukul 9.45 WIB rombongan Astadeca baru selesai penelusuran, kamipun langsung memulai rigging untuk mempersingkat waktu. Selagi Gerry dan Asu rigging, Pindo memasang fly-sheet dan Victor mempersiapkan alat. Oh iya, disini satu personil kita belum kembali karena kemarin Acil mengantar rombongan RC Astadeca dan sepertinya terperangkap hujan. Sekitar jam 11 Acil menyusul ke mulut goa.

Sekitar pukul 10.20 WIB mulai orang pertama turun, Victor. Setelah Victor gue turun, hemm, jadi ini ceritanya adalah aplikasi pertama gue langsung ke goa vertical. Rasanya super beda sama latihan biasa. Semakin saya berpikir semakin buntu pikiran saya, ya saya jujur kalo saya panik. Carabiner gue jatuh, eeaa. Setelah pelan-pelan akhirnya turun, rasanya, waaaaaw. Ini asik banget lhoo, tinggal panik doang dijaga nya susah banget. Setelah gue, Imam turun dilanjutkan oleh Asu. Sampai bawah akhirnya diluar perencanaan kita mengeksplor goa ini, ada lubang jarumnya, dikit. dan nemu hall guedeeee keren! ini harus lhoo lain waktu bener-bener dijuntrungin, perlengkapan yang lebih memadai buat eksplor Asem. Saking menikmati eksplorasi di dalam goa, hal terbodoh adalah gue lupa posisinya gue adalah karomb. Pantesan aja daritadi Asu nanya-nanya tentang jatah waktu ke gue, hemm.
Setelah eksplor Victor lalu gue naik ke atas. Hujan waktu itu, jadi agak susah buat naik. Setelah gue naik Pindo turun, biar aplikasi buat Pindo. Imam naik, Pindo naik dan Asu pun naik. Sekitar jam 18.30 WIB semua sudah ada di mulut goa. Butuh sekitar 40 menit buat ngelepas anchor, kebetulan lagi ga hujan, cuma hujan sisa rintik-rintik diikutin angin. Selesai beres-beres, selesai pengecekan alat, selesai semuanya kamipun kembali ke rumah Pak Elman. Cukup ganti baju agar tidak masuk angin sepanjang perjalanan, lalu kami semua pualng tapi mampir dulu ke Linggih Alam sekedar bercengkrama sejenak dan pamit pulang. Pukul 22.45 WIB kami sampai di sekretariat KAPA FTUI~
Desca
NR 1121

0 comments:
Post a Comment